Thursday, March 31, 2016

CINTAKU TERLUNTA DITERAS KOTA

Maafkan, bila aku harus memilih jalan yang bersimpang, jalan yang tidak pernah engkau lalui, jalan yang terhampar tajamnya duri, jalan yang mungkin akan membuat langkahku terhenti dan mungkin tiada dapat lagi menatap pagi.

Bukan aku tiada rindu akan sayang,
bukan aku tiada ingin lelap dalam buaian, namun kerasnya kehidupan telah membuatku terdampar kedalam lembah kepedihan.



Janganlah terus berprasangka dan mengatakan aku telah hilang setia, karena rasanya tiada mungkin pramuwisma menjadi raja dan dapat bersanding hidup dalam istana.

Bukan aku tiada ingin melihatmu memakai gaun pangantin untukku, namun alangkah hina bila lingkar perak yang mampu kuberikan untuk ikatan cinta, yang akan membuatmu terlunta dan mungkin harus terlelap dari dinginnya teras kota.

Kini lupakanlah tentang cinta kita, karena aku tiada mampu melihat
matamu mengalir butiran kaca dan biarlah aku sendiri berpayung purnama dalam sepi dan tiada usahlah engkau mencari, karena bintang dihatiku tiada mungkin bersinar
- L A G I -