Sunday, April 3, 2016

PUTERI NEGERI DONGENG

Tiada hasratku untuk menjadi perkasa Ataupun menjadi agung dari yang lainnya, Namun jiwa jiwa mulia dari nirwana Telah mengalir di dalam darah Dan selamanya aku akan menjadi hamba, Untuk slalu membantu sesama..

Akulah puteri titisan dari sebuah legenda yang karam, yang berpegang teguh pada iman yang slalu bertasbih untuk spiritual, namun akupun tiada lepas derita dari para penyamun yang bertahta bagai dewa..



Ketika malam kulepas pejam untuk meminta pengampunan, akan tingkah yang mungkin telah bersimpang dari iman, akan harapan untuk dapat melepas rantai derita menjadi banjir bahagia..

Wahai jejak yang gelap, engkau boleh tertawa, karena telah menukar manis menjadi pahit, engkau boleh terbahak, karena telah merampas senyum menjadi air mata, engkau boleh memenggal asaku dengan runcingnya pitnah, hingga pijakku menjadi gelap dari
setiap pandangan mata..

Namun jangan salahkan, bila mata yang tiada pernah lelap akan membuat gunung menjadi murka, akan membuat lautan menjadi angkara dan langit yang perkasa tiada lagi akan memberi cahaya..

Akulah puteri negeri dongeng yang tiada akan berpangku tangan dikala rintih terdengar, karena semangatku tiada akan patah untuk menolong sesama, hingga kebenaran yang kau pendam akan mengubur jejakmu dalam kegelapan..

Duniaku memanglah berbeda dan nalarku bagai diluar logika, namun perisaiku suci, yang bukan untuk melukai, yang bukan untuk menyakiti, namun tangan yang Ă©ngkau rantai, tiada akan terhenti untuk menghapus..
- P E N D E R I T A A N -