Sunday, October 30, 2016

KENANGAN CINTA ASMARA REMAJA

Ketika langit menjadi temaram, terlelap sepi dalam kebisuan malam, sekuntum senyum telah menepi, seberkas sayang telah menggoda hati, hanya gumpalan rindu dari kisah asmara putih abu abu yang menggunting mimpi, dari lembaran rindu untuk kembali bertemu.

Engkau yang membalut sepiku dengan melody mimpi, engkau yang menghias lelapku dengan indahnya pelangi, hingga bagai berlari dibukit ilalang, kurengkuh cita juga cinta
untuk sama menoreh keindahan pada istana bulan.


Walau harus aku akui begitu banyak cinta yang menyapa, namun dihatiku hanya ada satu cinta, yaitu dirimu yang membakar jiwa dalam gejolak cinta remaja.

Karena engkaulah pencuri yang telah kubiarkan masuk untuk membuka jendela hati, dan aku berharap engkau tersesat dengan tiada tau arah untuk pergi, hingga bagai tetes embun diujung dahan, engkau terjatuh dan terlelap pada hamparan indahnya teratai sayang.

Kulukis indah rupamu pada setiap dinding candi dalam hatiku, kupahat mesra namamu pada setiap hentakan urat nadi dari napasku, karena engkaulah kenangan terindah, dari cinta remaja yang menggantung mimpi dipuncak harapan.

Duhai sayang
?..
Masihlah terbayang dalam ingatan dikala semilir angin malam mendekap dingin bumi perkemahan, hanya butiran kaca yang berkilau bagai permata, yang mengiring do,a
semoga jenjang kedepan tiada terhadang, semoga cinta remaja tiada terpisahkan.

Namun teratai cinta tiadalah harus sempurna, kisah cinta putih abu abu haruslah berakhir duka, asaku 
terpenggal, cita citaku terhadang, hanya butiran sayang yang masih menggumpal dari cintamu yang kini menjadi kenangan.                 
                                                            
Duhai cintaku!.
Kusebut namamu dalam lelapmu, dan aku yakin engkau
akan datang sebagai tamu dalam mimpian, dan aku berharap gita cinta yang pernah karam tetaplah mengembang pada indahnya
– K E N A N G A N –