Thursday, October 13, 2016

MENANTI MIMPI

Kujejaki sudah tanah basah, dari hujan duka yang tiada pernah reda, duka yang memahat harapan, duka yang menyayat impian, dari tingginya menara kasih yang harus tumbang akan adat dan tradisi..

Haruskah cinta menjadi patah hanya karena harta yang tiada bercahaya, haruskah sayang menjadi terbuang hanya karena kasta yang tiada menjulang, sedang bunga yang bermekar tiada pernah mengundang angin untuk menebar keharuman, sedang rembulan diujung petang tiada meminta gelap untuk menjadi raja dari penguasa malam..



Ku ikat cinta dalam hatimu, hanya dengan satu tujuan untuk kita sama bersatu dalam mahligai, ku bungkus sayang dalam jiwamu hanya dengan satu harapan agar menara cinta kita tiada tergoyahkan..

Namun jalan licin dipuncak tebing telah menggelincir harapan yang kita impikan, terperosok dan terjatuh pada lembah duka yang sangat memilukan, hingga bagai pesta perahu layar yang diterjang badai, cintaku hancur poranda dan karam.

Duhai sayang..
Tiada relaku untuk berpisah, bukan mauku untuk lepaskan janji, namun jalan cinta yang berlubang sungguh tiada mampu untuk dapat aku terjang..

Kini biarlah aku sendiri dalam sepi, terbaring dan menanti datangnya mimpi, mimpi tentang cinta kita, mimpi dari sebuah harapan yang telah terbang dan terbuang, namun masih sama menyimpan rasa kasih dan..
– S A Y A N G –