Wednesday, August 5, 2015

MUTIARA YANG RETAK

Bertahun sudah kurajut mahligai asmara..
Menapak merangkak mencapai titik puncak..
Kubiarkan engkau berkarya..
Ku ikhalaskan sinaran mu terpancar berjuta warna..
Hanya untukku, Hanya untuk tunas tunas kita yg kini bermekarlah sudah..

Namun mengapa kini sinaranmu bukanlah untukku..

Engkau terlena dengan hembusan angin surga..
Yang datang menyejuk berjuta goda..
Engkau tak berdaya, Hatimu lemah..
Engkau terbuai akan indahnya dunia..
Dan engkau terbenam dalam lumpur dosa..
Sungguh aku tak berdaya...


Mengapakah disaat lentera hati sedang terang menyala..

Kau sirami rasa hatiku dgn percikan darah..
Disaat aku bangga, Disaat semua berpandang dengan kedua mata..
Kau tikam rasaku dgn duri duri yang menyayat hati..
Kau benamkan aku dlm istana yang terbangun dengan berjuta mimpi..
Pediiiih..

Kini aku bagai melangkah dlm titian jurang yg curam..

Yang sekejap goyang akanlah jatuh dan karam..
Layar cintaku sudahlah merapuh..
Hingga biduk yang kugayuh bagai enggan tuk melaju..
Dan tenggelam bersama sang waktu..

Bila masih tersisa keindahan k
embalilah kepadaku..
Namun bila langkah hatimu tlah tertutup dengen berjuta rayu..
Lepaskanlah aku dan biarkan aku pergi dgn membawa 
berjuta luka yg menggores dada..

Duhai sayang..

Janganlah harta dunia membuat membuat hatimu 
menjadi tenggelam akan keindahannya..
Dunia ini hanyalah sebuah pinjaman..
Dan janganlah dosa menjadi terhalalkan..
Aku akan slalu menyayangimu..
Dan berharap semoga ini akan cepat engkau sadari...

Bukanlah harta yang aku pinta..

Bukan pula derajat dan pangkat yg membuatku bangga..
Namun keikhlasan cintalah yg aku harap..
Aku ingin bersamamamu..
Menemaniku..
Sampai akhir batas hidupku..
---------------------