Tuesday, May 31, 2016

CINTAKU MENGALIR DIBENTANG SEJADAH


Ketika senyumku mengambang diantara bintang2 yang berenang, kuingat canda, kudengar tawa dan kulihat engkau bermandi cahaya diantara pesta langit yang begitu meriah.

Rinduku mengembara pada jalan cinta yang hampa, jiwaku berkelana pada langit mimpi yang tiada symponi dan aku menangis tertunduk bisu pada pusara kasih, sehingga tebing hatiku menjadi luluh bersimpuh disaat nyanyian rindu bersenandung manja diberanda jiwaku..


Karena engkau begitu sempurna untuk jalan hidupku, karena engkau terlalu istimewa untuk takdir cintaku, sehingga walaupun aku terlunta dirmba duka, namun cintaku tiada akan pernah kelana.

Entah sampai kapan aku bertahan, berjalan diatas tajamnya ranting kering ilalang, sedang kemarau yang panas membakar, kiranya telah menghangus puncak bahagia yang kini kian samar untuk terjangkau.

Kini aku telah basah oleh runtuhnya hujan airmata, aku telah kalah oleh takdir dunia yang angkara dan aku telah terbenam kedalam lumpur derita dari asmara duka.

Duhai Malaikat cintaku..
Getaran sayangku tiada akan punah, walaupun bentang sejadah berulang banjir airmata, karena do’aku slalu mengangkasa, karena cintaku slalu seharum bunga, yang hanya untukmu, yang kini jauh bertahta diistana.
– S U R G A –