Friday, June 3, 2016

SATU CINTA UNTUK SETIA


Kutelusuri sudah belantara kota, dengan tiada kumengenal lelah, dengan tiada kutau kapan akan kembali, hanya dengan satu harapan rindu untuk kita sama kembali bersatu.

Tiada kuhirau akan lentera langit yang panas membakar, tiada kulelah dikala peluh mengalir membasah badan, hanya untuk sebuah harapan suci, kurela pedih walau badan menjadi ringkih.



Kutau langkah kembaraku bersimbah do’a dan akan kujaga slalu untuk setia, karena mungkin inilah takdir cinta kita untuk tiada seatap namun akan slalu satu jiwa
.

Kutelan dahaga dari derasnya peluh yang membasah wajah, kutahan pedih dengan rindu yang menggantung dipuncak hati dan kupacu langkah bukanlah karena untuk taklukan dunia, namun hanya untuk sebuah cita untuk menapak jejak hidup yang lebih sempurna.

Dikala langit telah memerah, berangsur menyusut senja tiada, badanku luluh lemah terkapar, berpayung langit bersinar rembulan
.

Duhai sayang?.
Kulihat engkau diantara bintang
bintang, kuingat senyummu kurindu candamu, engkau berkilau bagai permata, penerang jiwaku disetiap melangkah.

Biarlah roda waktu terus melaju, menyisir jejak kusam yang menggores kalbu, hingga saatnya aku kembali dengan membawa butiran bahagia yang bukan
– M I M P I
-