Sunday, June 19, 2016

TERSANDUNG ASMARA

Ketika cinta telah menjadi hampa dari langkah salah yang menoreh dusta, hingga kata maaf yang berlimpah, bagai tiada mampu menghapus noda yang mengguncang rasa.

Aku yang tersesat pada jalan yang kelam, yang terpasung
nista dirimba goda, yang tiada mengenal akan dosa, hingga bagai menari dibukit duri pada tangkai hatimu yang kian merintih akan pedih.


Ini memang salahku yang tiada pernah puas akan nafsu, namun apakah salah selamanya akan slalu bertahta, hingga kata maaf yang bertumpah bagai tiada mampu untuk menjadi penawar pada hatimu yang luka.

Tiada hasratku mendaki bukit dusta, namun langkah kembara telah men
untunku kejurang nista, walau berulang kucoba meronta, namun gelombang rayu kian menggulung jiwaku kepalung asmara yang durjana.

Kini aku telah basah, terhanyut dan berkubang dilumpur dosa, aku telah kalah hingga melupa akan jiwa yang tiada lelah menyemai do,a, dan aku ingin pulang pada fajar cinta yang menyejuk jiwa, yaitu cintamu,
cinta yang mengalir bening dari telaga hati, cinta yang telah mengikat kita untuk bersama meniti jejak mahligai yang suci.

Kini biarlah aku berlayar, dengan perahu yang telah berlubang kebencian, perahu yang hilang kepercayaan, dari cinta yang membawa kepedihan, dan aku akan kembali menemani dermaga hatimu yang sepi, dengan membawa 
pelangi cinta yang bukan mimpi, yang akan membuatmu slalu tersenyum dikala melihat pajar 
- P A G I -