Wednesday, September 7, 2016

TERBUAI MIMPI

Ketika mimpi berulang nampak jelas dalam ingatan, ada kata hati yang tiada aku mengerti, ada perasaan jiwa yang tiada aku pahami, dan ada lentera rindu yang menggantung mesra dirongga kalbu.

Engkau yang datang dengan membawa seikat kembang ilalang, seakan mengajakku berlari dan terbang, melayang diatas puncak bukit harapan, dan kau bisikan kata sayang, untuk sebuah cinta yang tiada akan terpisahkan.


Entah haruskah aku percaya?, dari sebuah ilusi yang fatamorgana, sedang sayangmu tiada nampak dari pandangan mata, sedang senyummu seakan tiada ingin berkata cinta.

Mungkinkah aku telah jatuh cinta ataukah hanya ilusi belaka, namun takdir mimpi sungguh telah membuatku resah, karena disepanjang hariku engkau menjadi sangatlah istimewa.

Haruskah cinta ini berkabut, sedang sayangku tiada akan pernah surut, karena engkaulah takdir cinta yang mengharum bunga asmara, karena engkaulah kekasih pujaan yang telah mengikat batiku dengan rantai sayang.

Kini janganlah kau benam harapanku untuk menjadi satu jiwa denganmu, karena cinta dihatiku suci dan itu bukanlah mimpi, yang sekejap bahagia namun seketika sirna tersapu sinaran sang
- S U R Y A -