Saturday, April 21, 2018

DIARY BIRU KENANGANKU

Ketika sebuah kenangan telah bersimpul erat dijemari persahabatan, kiranya segumpal hati lirih telah terobati, menoreh tinta rindu dari masa indah yang lama membeku dan membuai hasrat bahagia dari jiwa yang terlunta diperihnya tamparan cita cita.

Semula telah kurelakan selamanya cintaku merunduk dalam kesedihan, asalkan langit cintamu tiada menjadi gelap dalam pijaran bintang bintang, namun nyatanya digema reuni hatiku tiada mampu mengunci, bahwa masih ada ruang teduh untuk menantimu kembali.

Karena walaupun hati telah sepaham bahwa cinta ini telah bertuan, namun gita cinta dipucuk muda nyatanya tiada mampu kita lupakan, sehingga laksana api yang melahap setumpuk kayu kiranya cinta kita masihlah menyimpan debu debu rindu.

Maka janganlah menganggap cinta yang pekat dalam kenangan akanlah menguncup ditelan penyesalan, karena walaupun cinta telah membanjir airmata, namun nyatanya serupa wajah yang menoreh nostalgia indah, kiranya tiada melumuri hati duka sampai direnta usia.

Karena walaupun cinta kita tiadalah bertanak, namun kiranya ketulusan cintamu terlalu manis untuk dikecap, sehingga manalah mungkin aku melupakan pelangi cinta yang engkau janjikan, bila sebaris senyummu masihlah slalu terbayang dalam ingatan.

Ya tuhan.
Mengapa harus engkau bangunkan aku dilelapnya mimpi gelapku, sehingga kenangan yang telah usang kiranya menjadi semi diharum klopak hati yang kering kemarau.

Duhai sayang.
Semula aku menyangka telah kehilangan dari sesuatu yang indah, sesuatu yang redup dikala cahaya cintaku masih menyala, namun sebaris senyum dari langit cinta yang temaram, kiranya telah menerang cakrawala hati, sehingga tangis sendu dilingkar bulan penuh, kini menjadi hujan rindu dirimbunnya bayangan indah dimasa lalu.

Karena bila detak hati telah sama senada, niscaya tiada selaksa waktu yang dapat menghapus kenangan indah, namun jalinan sayang yang telah bersimpul kebahagiaan, kiranya tiada mampu terhapuskah dari dasar hati yang dalam.

Maka pantaskah kasih kita bersemi, sedang dilembar kenangan kiranya cinta itu masih menyisa pahit yang belumlah hilang, namun haruskah hati menbenci, sedang kisah cinta dipucuk muda masihlah berwarna seindah pelangi.

Karena bila saja disaat itu telah kutemukan kepastian, niscaya tiadalah mungkin hatiku lari dari kebimbangan, maka janganlah engkau meminta mesra dilayu bunga, bila aroma cinta sudah tiada lagi menebar harumnya.

Maka biarlah bunga bunga kasih bergugur, melepas sayap sayap rindu yang mekar diklopak hati, sehingga diderasnya ombak yang bergemuruh rindu, kiranya akan menghapus jejak kasih kita dihempasan pasir diary biru kisah cintaku.

Duhai sayang.
Mengapa cinta ini tiada menjadi hening walaupun gelora cinta dipucuk muda tiada bersanding, mengapa cinta ini tiada berpusara sedang dibeningnya kasih sayang kiranya hati ini telah bermandi kecewa.

Karena semula aku menyangka telah kehilangan dari sesuatu yang indah, sesuatu yang redup dikala cahaya cintaku masih menyala, namun sebaris senyum dari langit cinta yang temaram, kiranya telah menerang cakrawala hati, sehingga tangis sendu dilingkar bulan penuh, kini menjadi hujan rindu dirimbunnya bayangan indah dimasa lalu.  

Maka pantaskah bintangku
bersorak, manakala dipesta yang usai kiranya cintaku masihlah menari dipentas impian, atau haruskah langitku bermuram, menitik tinta duka dari masa indah yang terjungkal dilembah nestapa.

Kini untuk siapa kutitipkan rindu, sedang engkau yang aku sayang, kiranya tiada mungkin menjadi milikku, entah adakah kisah manis akan mendulang kebahagiaan, sedang dilingkar penuh senyum rembulan, kiranya cintaku terlelap dalam kebisuan.

Duhai sang pemilik hati.
Maaafkan bila digema reuni yang sekejap kiranya telah membangunkan kenangan indahku yang terlelap, sehingga walaupun engkau telah menggenggam senyum, namun aroma bunga dari cinta dipucuk muda kiranya telah membuat hatiku berayun.

Ya allah.
Janganlah engkau sesatkan jalanku, hingga tiada melewati batas kerinduan yang memuncak diujung impian, karena apalah guna cinta ini bersanding bila tilam dosa menjadi tempat yang indah untukku
- B E R B A R I N G -

No comments:

Post a Comment