Tuesday, August 23, 2016

PERAHU CINTA YANG PORANDA

Mengapakah ranting cintaku menjadi patah, sedang mekarnya bunga dipuncak asmara masihlah slalu menggumpal harumnya, sedang beningnya telaga kasih masihlah mengalir cinta yang jernih.

Ingin rasanya aku menjerit meronta dan mencabik, hingga gejolak didada tiada lagi rapat menghimpit, namun hatiku tiada mampu membenci walau hatiku tersayat pedih. 


Karena bukan tiada aku rela bila perahu cinta menjadi poranda, bukan pula aku tiada sudi bila engkau memutus rantai kasih, namun hati yang terlanjur sayang bagai tida rela dikala cinta ini engkau hempaskan.

entah dengan apa harus aku balut rasa pedih dikala keluhku tiada engkau dengar lagi, sedang perahu cinta yang tergayuh mesra tiada akan terhenti walau cintamu telah patah kemudi.

Duhai sayang..
Begitu tinggi menara rindu untuk kita sama bersatu, begitu besar harapan sayang untuk cinta ini dipersatukan, namun mengapa engkau benam semua harapan hingga jiwaku terpasung dilembah penderitaan.

Kini masih adakah secercah harapan untuk cinta kita dipersatukan, sedang langit dipuncak impian kiranya kian mendung terhalang kabut yang
- H I T A M -