Friday, November 11, 2016

TERJERAT CINTA SANG PRIMADONA


Rasanya aku tiada mampu terpejam, dikala lenggokmu yang gemulai telah membuai hatiku dengan nada sayang, hingga bagai terbenam kedasar lautan, engkau memberi napas baru pada jalan cintaku yang kusam.

Entah apa yang harus aku katakana,
akan rasa kagumku yang begitu mendalam, haruskah aku terdiam dengan menipu perasaan hati, sedang sayang untukmu begitu tinggi.


Bukan karena rupa aku jatuh cinta, bukan pula karena suara aku tergoda, namun pesonamu yang berkilau bagai permata yang membuat hatiku tiada berdaya, karena engkaulah sri panggung yang telah membuat bongkahan rinduku menggunung, engkaulah primadona yang telah mencuri hatiku, hingga aku hilang malu untuk menggapai cintamu.

Kau sulam cinta dengan pandangan mata, kau rajut kasih dengan merdunya simpony, hingga bagai kijang liar yang berlari riang berlompatan, engkau membuat gemuruh pada setiap mata yang memandang.

Ingin rasanya aku terbang untuk memetik mekarnya bunga diujung dahan, dan aku selipkan kepada rambut panjangmu yang terurai, sebagai tanda akan perasaan sayangku yang mendalam.

Kini hatiku telah tersesat
dialam cintamu yang memikat, jiwaku telah terjerat oleh senyum manismu yang mengikat, hingga bagai lingkar purnama, cahaya cintamu telah mengendap pada celah hatiku yang hampa akan
- C I N T A –